Reza Rafiandi : Kisah Inspirasi Pondok Cipta FA (PCA FA)

20170314001LFIP

Kali ini LFI mewawancarai beberapa kisah Futsal, seperti yang menarik kami temui yaitu Coach Reza Rafiandi dari Bekasi. Inilah kisahnya

LFI   : Halo Coach Reza ? Apakabar ? Bagaimana kisah dari PCA FC ?

Reza : Baik, mungkin saya dapat cerita dari awal. Begini kisahnya :

Futsal adalah olahraga yang hampir diseluruh penjuru bumi dapat memainkannya permainan yang begitu menyenangkan dan sangat populer terutama di didaerah saya tinggal, yaitu Bekasi.

Dimulai pada tahun 2011 Futsal di wilayah Bekasi mulai dikenal oleh berbagai macam usia dan kalangan, infrastruktur fasilitas lapangan Futsal di Bekasi mulai menjamur dan mampu menghasilkan banyak kompetisi-kompetisi dengan berbagai macam kategori usia. Dengan menjamurnya lapangan futsal dan kompetisi di wilayah Bekasi, kemudian mulai bermunculan tim-tim Futsal di Bekasi, dari tim yang dibuat secara dadakan untuk sekedar ikut meramaikan dan mencari peruntungan di kompetisi-kompetisi yang diadakan, sampai tim-tim yang dibentuk dengan serius yg memang memiliki target menjadi tim kuat di berbagai ajang turnamen, hal itu juga dialami oleh saya sendiri M Reza rafiandi, pecinta permainan Futsal, yang sejak SMP hampir setiap waktu dihabiskan untuk bermain Futsal, sejak SMP dan SMA sering ikut turnamen-turnamen yang diadakan di bekasi hingga orang-orang sekitar mengetahui kalau saya sangat menggilai futsal.

Hingga pada suatu hari saat usia saya 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA kelas 3, saya ditunjuk oleh ketua RW saya untuk membentuk sebuah tim untuk diikuti sertakan dalam turnamen antar RW dan kelurahan, mengawali dengan sebuah keraguan yang notabenenya saya adalah seorang pemain bukan seorang pelatih, dan saya pun tipikal orang yang tidak pandai berbicara didepan orang banyak, namun setelah saya pikirkan kembali ini tantangan baru untuk saya, saat itu saya masih menggunakan cara latihan yang saya dapatkan dari pelatih saya di Klub maupun di sekolah, kemudian saya mengumpulkan pemain-pemain untuk saya bentuk jadi sebuah tim, kami berlatih dengan tekun, hingga saat turnamen kami berhasil menyabet juara 2 kategori usia 14 tahun, semenjak itu saya tertarik melatih anak-anak yang usianya lebih muda dari saya, lama- lama saya begitu senang dan menikmatinya melihat anak-anak yang saya didik mampu berkembang dengan baik.

20170314004LFIPPada tahun 2013 ada turnamen usia 13 tahun di Jati Asih, saya mencoba mendaftarkan anak-anak untuk mengikuti turnamen tersebut, dan saat itu kita belum memiliki nama tim, dan H-1 sebelum pertandingan saya menamakan tim yang saya bentuk dengan nama PCA FC, singkatan dari Pondok Cipta Futsal Club, karena notabene anak-anak berasal dari lingkungan perumahan Pondok Cipta, dan dipenampilan perdana saya sebagai pelatih, sudah dibebankan dengan kostum kami yg tidak ada, dan kami berangkat ke lokasi dengan apa, ujian pertama saya sebagai pelatih PCA FC.

Saya mencoba untuk menghubungi teman-teman saya yang memiliki motor untuk bersedia mengantarkan kami yang berjumlah 10 orang, dan alhamdulillah teman-teman saya support, dan untuk baju kami mencoba dengan menyelaraskan warna yang sama satu tim, dan Alhamdulillah walau dengan pembiayaan yang sangat sangat minim, kami untuk pertama kalinya berhasil membawa piala pertama kami sebagai peringkat ke 3.

Semenjak saat itu saya meyakinkan diri dan berkomitmen untuk mengembangkan Klub yang saya ciptakan dengan nama PCA Futsal academy. Dimulai dari pemain-pemain lingkungan sekitar rumah sekitar 10 sampai 15 orang yang hadir saya mencoba memberikan ilmu yang saya punya, walau saat itu masih sekedar teknik-teknik dasar, akan tetapi mampu membuat mereka berkembang, beban saya pada saat itu mulai menghampiri lagi, yaitu biaya lapangan, dengan kehadiran pemain yang tidak menentu, terkadang membuat iuran untuk lapangan tidak dapat tercukupi, dan saya yang pada saat itu masih sekolah harus mampu memutar keuangan saya sendiri agar dapat disisihkan untuk berjaga jaga, apabila terjadi kekurangan uang untuk bayar lapangan, diawali dengan pengalaman yang begitu pahit, dengan sindiran-sindiran dari teman yang bilang saya orang bodoh yang mau saja dikerjain anak-anak dan capek-capek’in ngurus anak orang, yang mereka bilang tidak bisa berkembang dan sebagainya, akan tetapi saya sudah jatuh cinta dengan olahraga ini, saya tetap berusaha dan berjuang kelak nanti apa yang saya lakukan saat ini bisa bermanfaat bagi saya dan bagi mereka, hal itu yang selalu saya tanam kan pada diri saya ketika banyak hal yang membuat saya tertekan dan ingin terjatuh. Dengan cara menyuruh anak-anak yang latihan untuk dapat mengajak teman-temannya untuk mengikuti latihan agar iuran dapat tercukupi dan pemain bisa lebih semangat karena semakin banyak yang latihan, mampu membuat mereka lebih semangat lagi.

7 bulan saya transisi dengan keadaan sulit dan alakadarnya, hingga akhirnya ada anak murid saya yang menawarkan saya untuk mengajar wakil Futsal di sekolahnya, saya rasa ini petunjuk dan jalan keluar bagi saya, dan saya terima tawaran tersebut. dan benar saja saya bisa mendapat penghasilan yang cukup untuk dapat masuk ke kantong pribadi dan untuk akademi saya, serta saya memiliki murid yang cukup banyak di sekolah tersebut untuk saya masukan ke akademi PCA , untuk bergabung mengikuti latihan, karena sekolah tersebut jauh dari tempat latihan PCA yang biasanya, muncul sedikit masalah yaitu sulit nya anak-anak untuk hadir dikarenakan lokasi latihan yang cukup jauh, karena mayoritas anak-anak yg saya didik berlokasi tidak jauh dari sekolahan, kemudian saya memutuskan untuk memindahkan homebase PCA yang tadinya di Alba futsal Bintara, pindah ke Futsal Corner Bekasi, dan Alhamdulillah antusias mereka baik, yang membuat PCA FA kebanyakan diisi oleh pemain-pemain dari SMP 13 bekasi, tempat saya melatih ekskul.

Latihan yang mulai rutin dan intens membuat kita percaya diri untuk memulai mengikuti berbagai ajang kompetisi, karena usaha tidak akan menghiasi hasil, kata-kata yang slalu kami ingat, dan prinsip kami yang kuat kami datang kami main dan kami menang.

20170314002LFIP

Ditahun 2014 kita mulai memetik hasil dari latihan kita, berbagai ajang kompetisi berhasil kami raih, dari kategori usia 12 – 15 tahun berhasil kita raih, dalam 3 bulan kita bisa mendapatkan 4 sampai 5 piala dengan kategori yang berbeda, pendapatan kas kami mulai membaik, pemain-pemain PCA FA mulai berkembang dan terasah mental dan skill bermain nya, karena saya melatih juga di sekolah, membuat saya tidak pernah kehilangan bibit muda untuk dilatih, dan ditahun 2015-2016 menjadi puncak prestasi kami, berbagai ajang slalu dapat kami bawa pialanya, selalu masuk 3 besar, dan pertama kalinya ikut Liga AAFI usia 13 tahun, dan langsung mampu berada di 2 besar dan lolos ke Grand Champion mewakili Regional Bekasi bersama Enrico Futsal, dan ditahun berikutnya kami mengikut-sertakan 2 kategori sekaligus usia 13 dan 16 tahun, Alhamdulillah 2 kategori semua berhasil kita juarai dan dua-duanya lolos ke Grand Champion dan U16 berhasil melangkah hingga ke Fase Final 4, sejak saat itu nama PCA FA semakin dikenal dan mulai banyak yang bergabung untuk latihan bersama PCA FA dari berbagai sekolah dan usia, hal tersebut membuat saya sendiri semakin dikenal dan mendapat banyak tawaran melatih di beberapa sekolah, seperti SMP 13 Bekasi , SMP 3 Bekasi, korpatarin , Diponegoro 2, SMK 48, Al-Husnayain, dan Bima FC, namun karena terlalu banyak dan tidak semua memiliki SDM yang cukup, saya hanya menyisakan 4 sekolah saja.

Alhamdulillah apa yang saya yakinkan dulu bisa jadi kenyataan sekarang, walau kendala finansial masih dapat saya rasakan, terutama saat anak-anak mengikuti kompetisi yang jaraknya jauh dan liga yang panjang, saya masih harus standby dengan uang pribadi saya, karena hingga saat ini saya melatih PCA FA dengan loyalitas tanpa dipungut bayaran oleh anak-anak, hanya iuran lapangan yang masih dilakukan untuk membayar sewa lapangan , untuk peralatan latihan kami mendapat dari hadiah Liga AAFI yang cukup membantu untuk kegiatan latihan kami.

20170314003LFIPSaya bersyukur PCA FA sudah banyak dikenal, melalui akun Instagram kami @pca_futsalacademy kami slalu update dan share kegiatan kami, namun saya pribadi masih memiliki harapan yang belum tercapai, yaitu anak-anak dapat berlatih secara gratis tanpa dikenakan biaya iuran lapangan, karena masih banyak mereka yang ingin ikut latihan, akan tetapi tidak dapat mengikuti latihan dengan alasan tidak memiliki uang, kami memiliki potensi pemain yang bagus, hanya saja sampai saat ini mungkin usaha saya dalam mendapatkan sponsor untuk anak-anak belum maksimal, sehingga mereka masih terbebani untuk biaya sewa lapangan, semoga kelak PCA FC mendapatkan pihak-pihak yang memberi dukungan untuk generasi muda dalam mencapai cita-cita kami sebagai pemain dan tim yang bagus, bagus dari segi bermain dan dari segi finansial.

Perjuangan saya dulu, kini mendapatkan hasil manis, kami mampu menjadi tim yang bagus dan banyak dikenal orang, 5 tahun saya berjuang untuk PCA FA, karena buat saya PCA FA adalah saksi perjuangan saya dalam menikmati passion saya di bidang Futsal.

Saya sangat mengapresiasi para pelatih dan pendiri akademi Futsal yang berjuang dari bawah hingga besar, karena orang- orang seperti mereka memiliki loyalitas dan perjuangan yang besar, mereka peduli terhadap perkembangan dan pembinaan usia dini.

Karena bagi saya untuk peduli tidak harus dimulai dengan memiliki berbagai sertifikat pelatihan, mulai dengan keinginan kepedulian ketulusan keihklasan untuk memulai nya, karena kalau memang waktu nya sudah tepat kelak dengan sendirinya kita akan ada diposisi dimana kita bisa mendapatkan sertifikat – sertifikat tersebut, karena sertifikat tidak akan berguna tanpa banyak nya pengalaman dan jam terbang yang baik.

Bravo Pembinaan Usia Dini Futsal indonesia

LFI  : Luar biasa Coach Reza, semoga PCA FC dapat lebih maju dan perjuangan Coach Reza dalam membangun PCA FC dapat memberikan inspirasi kepada Akademi Futsal yang lainnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *